Sunday, 15 November 2015

PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK


 Pengertian Kognitif
Istilah cognitive berasal dari kata cognition, yang berarti knowing atau mengetahui, yang dalam arti luas berarti perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976). Secara sederhana, dapat dipahami bahwa kemampuan kognitif adalah kemampuan yang dimiliki anak untuk berfikir lebih kompleks, serta kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.
Dalam perkembangan selanjutnya, istilah kognitif menjadi populer  sebagai salah satu ranah psikologis manusia meliputi perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pengolahan informasi, pemecahan masalah dan keyakinan. Untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh, berikut kami kutip beberapa pendapat ahli.
Menurut Chaplin dalam karyanya “Dictionary of Psycologhy” menyatakan bahwa kognisi adalah konsep umum yang mencakup seluruh bentuk pengenalan, termasuk didalamnya mengamati, menilai, memerhatikan, menyangka, membayangkan, menduga, dan menilai. Sedangkan menurut Mayers (1996) menjelaskan bahwa kognisi merupakan kemampuan membayangkan dan menggambarkan benda atau peristiwa dalam ingatan dan bertindakberdasarkan penggambaran ini.
Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa kognisi adalah istilah yang digunakan oleh ahli psikologi untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan, dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang untuk memperoleh pengetahuan.

  Tahap Perkemgangan Kogntif Anak
Seorang pakar terkemuka dalam disiplin psikologi kognitif dan psikologi anak, Jean Pieget, mengklasifikasikan perkembangan kognnitif anak menjadi 4 tahap, antara lain,:
(1)   Tahap Sensory Motor ( berkisar antara usia sejak lahir sampai 2 tahun)
Gambarannya, bayi bergerak dari pergerakan refleks instinktif pada saat lahir sampai permulaan pemikiran simbolis.
(2)   Tahap Pre-0perational (berkisar antara 2-7 tahun)
Gambarannya, anak mulai mempresentasikan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. (kata dan gambar menunjukan adanya peningkatan pemikiran simbolis)
(3)   Tahap Concrete Operarational (berkisar antara 7-11 tahun)
Gambarannya, anak dapat berpikir secara logis mengenai hal yag konkret dan mengklasifikasikan benda kedalam bentuk yang berbeda.
(4)   Tahap Formal Operational (berkisar antara 11-15 tahun)
Gambarannya, remaja berfikir dengan cara yang lebih abstrak, logis, dan idealistis.

Menurut Piaget, perkembangan tahap tersebut merupakan hasil perbaikan dari perkembangan tahap sebelumnya. Penting bagi calon guru dan guru professional untuk menghindari pemahaman bahwa teori perkembangan diatas pasti berlaku sepenuhnya kepada anak (siswa). Tahapan perkembangan versi Piaget tersebut pada dasarnya hanya merupakan outline (garis besar) yang berhubungan dengan kapasitas kognitif tertentu yang berkembang dalam diri anak (siswa) dari masa ke masa. Hal ini menunjukan bahwa teori temuan sang jenius Piaget meskipun lugas dan ilmiah, tapi tidak bebas kritik.

C. Hubungan Kognitif dengan Tingkah laku dan Hasil Belajar
Perkembangan kognitif pada seorang individu berpusat pada otak. Dalam perspektif psikologi kognitif, otak adalah sumber sekaligus pengendali ranah-ranah kejiwaan seperti ranah afektif (rasa), dan ranah psikomotor (karsa). Tanpa ranah kognitif, sulit dibayangkan seorang anak (siswa) dapat berfikir. Selanjutnya, tanpa berfikir mustahil anak (siswa) tersebut dapat memahami faedah materi-materi yang disajikan guru kepadanya. Akan tetapi fungsi afektif dan psikomotor pun dibutuhkan oleh anak (siswa), sebagai pendukung dari fungsi kognitif.
Dari uraian diatas dapat dipahami, bahwa hubungan kognitif dengan hasil belajar sangat  berperan penting. Tanpa adanya fungsi kognitif pada anak (siswa), maka ia (anak/siswa) tidak akan mampu untuk memahami apa yang disampaikan guru, sehingga hasil belajarnya pun akan kurang maksimal. Bagaimana ia bisa memperoleh hasil yang baik jika materi yang disampaikan guru pun tidak ia pahami.

D.     Manfaat Memahami Perkembangan Kognitif Anak (Siswa) bagi Guru
   Beberapa manfaat  bagi guru dan calon guru yang memahami perkembangan
   kognitif siswa, antara lain :
Guru dapat memberikan bantuan dan bimbingan yang tepat kepada siswa sesuai
dengan tingkat perkembangannya..
Guru dapat mengantisipasi kemungkinan timbulnya kesulitan belajar siswa, lalu
 mengambil langkah untuk menanggulanginya.
Guru dapat mempertimbangkan waktu yang tepat untuk memulai proses belajar
 mengajar bidang studi tertentu.


KESIMPULAN
Kognisi adalah istilah yang digunakan oleh ahli psikologi untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan, dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang untuk memperoleh pengetahuan.
Tahap perkembangan kognitif ada 4, antara lain :
1.      Tahap Sensory Motor ( berkisar antara usia sejak lahir sampai 2 tahun)
2.      Tahap Pre-0perational (berkisar antara 2-7 tahun)
3.      Tahap Concrete Operarational (berkisar antara 7-11 tahun)
4.      Tahap Formal Operational (berkisar antara 11-15 tahun)
Fungsi kognitif berpusat pada otak, dan hubungan kognitif dengan hasil belajar sangat  berperan penting. Tanpa adanya fungsi kognitif pada anak (siswa) maka ia (anak/siswa) tidak akan mampu untuk memahami apa yang disampaikan guru, sehingga hasil belajarnya pun akan kurang maksimal. Bagaimana ia bisa memperoleh hasil yang baik jika materi yang disampaikan guru pun tidak ia pahami.



Wednesday, 11 November 2015

KEANEKARAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

MASYARAKAT INDONESIA MEMILIKI CIRI-CIRI, ANTARA LAIN YAITU:

1. Memiliki agama dan kepercayaan yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
2. Memiliki adat-istiadat dan budaya yang berbeda-beda sesuai dengan daerah atau pun wilayah yang ditempatinya.
3. Memiliki suku/ras dan bahasa yang berbeda-beda.

Dari keaneka ragaman atau perbedaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, maka untuk menciptakan agar masyarakat Indonesia tetap aman, nyaman dan damai, kita perlu memiliki rasa toleran yang tinggi, saling menghargai dan menghormati antar sesama kita, serta tidak memaksakan kehendak kita ( dalam arti tidak main paksa) kepada orang lain, sehingga masyarakat kita tetap berkembang maju dengan baik.




Sunday, 13 September 2015

GURU PERLU MEMANFAATKAN INTERNET UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SDM DAN PENDIDIKAN

Perkembangan teknologi khususnya teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini sudah demikian pesat dan sudah merambah ke semua sektor kehidupan termasuk di dalamnya dunia pendidikan. Internet sebagai salah satu bagian dari perkembangan teknologi Informasi dan Komunikasi dari hari ke hari juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.
Melalui internet kita dapat menjumpai aneka referensi, jurnal, maupun hasil penelitian dalam jumlah yang melimpah. Materi-materi yang disajikan di internet cenderung lebih up-to-date dibandingkan dengan yang disajikan dalam bentuk buku. Sehubungan dengan hal itu guru atau para pendididk perlu berupaya mengoptimalkan penggunaan jaringan internet yang sudah ada di sekolah, agar peningkatan mutu sumber daya manusia dan mutu pendidikan dapat segera tercapai.
Kelebihan lain dari internet adalah dapat menghadirkan informasi yang dibutuhkan tanpa mengenal batas geografis. Para pengguna internet dapat tukar menukar informasi dengan berbagai pihak di segala penjuru dunia dalam waktu singkat dan dengan biaya yang relatif murah. Salah satu fasilitas yang ada di internet yang dapat dipakai untuk tukar menukar informasi adalah dengan menggunakan Website. Untuk itulah setiap sekolah perlu membuat website untuk menyampaikan informasi, dan sekaligus menjalin komunikasi antara pihak sekolah dengan guru, orang tua/ wali murid, siswa, alumni dan stakeholder.
Mudah-mudahan dengan optimalisasi penggunaan internet dan website, maka peningkatan mutu pendidikan dan komunikasi global dapat segera terwujud.

BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM? HALAL ATAU HARAM?

MENGAPA BUDAYA BERPACARAN SEMAKIN MENJAMUR?


Berpacaran membuat cowok bahagia, ataukah membuat cewek terluka dan menderita? Ataukah bahwa berpacaran itu membuat pasangan antara si cowok dengan si cewek berbahagia hanya pada saat mereka sedang berduaan dan saling bermesraan, kemudian selebihnya adalah penderitaan bagi keduanya? Ataukah bikin si cewek dan si cowok tersebut banyak mengalami galau pada pada kehidupan sehari-hari mereka?

Artkel dan bacaan-bacaan, ataupun bahasan-bahasan tentang pacaran sangat diminati dan disukai terutama bagi para remaja, yaitu para cewek dan cowok yang sedang mengalami masa puber. Masa puber bagi remaja biasanya ditandai antara lain bagi si cewek atau si cowok mulai mencintai lawan jenisnya. Bagi si cewek biasanya juga ditandai dengan mulai haid atau datang bulan, adapun bagi si cowok ada kalanya ditandai dengan mimpi basah, tumbuhnya rambut kumis, dan lain-lain.

Dengan semarak dan ramainya masalah pacaran di negeri ini, maka pada pembahasan sesi (sesion) ini kita akan mengangkat masalah pacaran. Pacaran yang sudah merupakan fenomena menggejala dan bahkan sudah seperti jamur dimusim hujan menjadi sebuah ajang idola bagi remaja . Cinta memang sebuah anugerah, cinta hadir untuk memaniskan  hidup di dunia apalagi rasa cinta kepada lawan jenis, yaitu kepada sang pujaan hati atau sang kekeasih hati, maka menjadikan cinta itu begitu terasa manis bahkan kalo orang bilang bila orang udah cinta maka empedu pun terasa seperti gula. Begitulah cinta. Sungguh hal yang telah banyak menjerumuskan kaum muslimin ke dalam jurang kenistaan manakala tidak berada dalam jalur rel yang benar. Mereka sudah tidak tahu lagi mana cinta yang dibolehkan dan mana yang dilarang. Terlebih bagi orang-orang Islam yang kurang memahami ajaran Islam, mereka sering melontarkan kata-kata yang bertentangan dengan Islam (agama yang dipeluknya), terkait dengan masalah pacaran.

Kehidupan seorang muslim atau muslimah tanpa pacaran adalah hambar, begitulah kata mereka. Kalau dikatakan kepadanya dengan kata-kata "kamu nggak usah pacaran", maka serentak mereka akan mengatakan " Lha kalo nggak pacaran, gimana kita bisa ngenal calon pendamping kita ?". Kalau dikatakan pacaran itu haram akan dikatakan, " pacaran yang gimana dulu.". Beginilah keadaan kaum muda sekarang, racun syubhat, dan racun membela hawa nafsu sudah menjadi sebuah hakim  terhadap hukum halal-haramnya sesuatu, boleh dan tidak. Tragis memang kondisi kita ini, terutama yang muslimah. Mereka para muslimah kebanyakan berlomba-lomba untuk mendapatkan sang pacar atau sang kekasih, apa sebabnya, " Aku takut nggak dapat jodoh ". Muslimah banyak ketakutannya tentang calon pendamping, karena mereka tahu bahwa  perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1 : 5. Tapi apakah jalan pacaran sebagai penyelesaian? Jawabnya Tidak. Bagaimana bisa, kita ikuti selengkapnya pembahasan ini sebagai berikut, ( diambil dari buku Pacaran dalam Kacamata Islam karya Abdurrahman al-Mukaffi).
Dikatakan beliau, bahwa  pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tidak dirahmati oleh Allah, karena ketiga rukun yang menumbuhkan rasa cinta menyatu di luar perkawinan. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai suatu penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya, masa penjajakan ini hanya dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat semata-mata, bukan bertujuan secepatnya untuk melaksanakan perkawinan atau pernikahan secara syah menurut aturan agama.
Hal ini tercermin dari anggapan mereka bahwa merasakan ideal dalam memilih partner jika ada sifat-sifat sebagai berikut :
  1. Mereka merasa beruntung sekali jika selalu dapat berduaan, dan berpisah dalam waktu pendek saja tidak tahan rasanya. Dan keduanya merasa satu sama lain saling memerlukan.
  2. Mereka merasa cocok satu sama lainnya. Karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah atau persoalan yang perlu dicari pemecahannya bersama. Hal ini dimungkinkan karena mereka satu dengan lainnya merasa dapat mencapai saling pengertian dalam seluruh aspek kehidupannya.
  3. Mereka satu sama lain senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih. Hal ini dimungkinkan karena perasaan cinta yang telah tumbuh secara sempurna dengan pertautan yang kuat. Karena rasa saling cintanya yang sangat kuat, meskipun hubungan mereka baru level berpacaran, alias belum ada ikatan pernikahan, akan tetapi mereka melakukan hubungan asyik berduaan, bahkan sering terjadi sering berciuman dan berpelukan. Lebih parahnya lagi semakin tidak bisa mengendalikan nafsu syahwatnya, maka bisa melakukan hubungan perzinaan, padahal perbuatan zina merupakan perbuatan haram, atau perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam.
Tapi tanpa disadari, pacaran itu sendiri telah melambungkan perasaan cinta yang semakin tinggi. Di sisi lain pacaran menjurus pada hubungan intim yang merusak cinta, melemahkan dan meruntuhkannya. Karena pada hakekatnya hubungan intim dalam pacaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pacaran. Oleh karena itu orang yang pacaran selalu mendambakan kesyahduan. Dengan tercapainya tujuan tersebut kemungkinan tuntutannya pun mereda dan gejolak cintanya semakin melemah. Hingga kebencian menghantui si bunga yang telah layu, karena si kumbang belang telah menghisap kehormatan secara haram.

Tak ubahnya seperti apa yang dinginkan oleh seorang pemuda untuk memadu cinta dengan dara jelita kembang desanya. Dalam pandangannya sang dara tampak begitu sempurna. Hingga kala itu pikiran pun hanyut, malam terkenang, siang terbayang, makan tak enak, tidur pun tak nyenyak, selalu terbayang si  dia yang tersayang. Hingga tunas kerinduan akhirnya menggapai tangan, menggelitik sambil berbisik. Bisikan nan gemulai, tawa-tawa kecil kian membelai, canda-canda hingga terkulai, karena asyik, cinta pun telah menggulai. Menggulai awan yang membubung tinggi ke angkasa, merobek cinta yang tinggi membintang, hingga luka mengubur cinta.

Semakin erat dan asyiknya hubungan antara seorang pemuda dengan pemudi melalui pacaran, maka semakin tak tahan dan tak betah rasanya walau berpisah hanya dalam waktu yang tak lama, karena rasa kangen atau kerinduan yang semakin mendalam untuk bertemu dengan kekasih (pacar)nya, dan merupakan rasa galau yang tak akan pernah sembuh sebelum bertemu dengannya, bahkan akan terus menderita kalau apa yang diinginkan terhadap pacarnya belum dilampiaskannya. Rasa semakin rindu terhadap pacar adalah rasa galau yang semakin bertambah galau yang menjadikan hidup dan kehidupannya selalu gelisah, pikiran tidak tenang. Dengan berpacaran menjadikan diri semakin banyak melanggar aturan-aturan Tuhan, menjadikan diri tidak ingat dan lalai kepada Tuhan, sehingga Tuhan menjadikan mereka semakin tidak bisa tenang dalam menjalani kehidupan yang sedang dijalaninya dalam kehidupan sehari-harinya. Bukankah Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa kita diperintahkan untuk memperbanyak dzikir (ingat) kepada Tuhan, dan bahwa dengan banyak berdzikir (ingat) kepada Tuhan, maka jiwa (hati) menjadi tenang?

Hubungan pergaulan pemuda dengan pemudi melalui berpacaran, menjadikan rasa hubungan yang terasa ingin terus-menerus semakin intim. Terlebih bahwa hubungan mereka nantinya ingin menjadi pasangan suami-istri yang ideal, maka mereka selalu berusaha agar hubungan mereka semakin dekat/intim dan semakin kuat, mereka tidak menyadari bahwa hubungan keintiman antara cowok dan cewek semakin mengarah pada hubungan seksual. Sebab titik klimaknya hubungan cinta itu kalau sudah melakukan hubungan seksual. Terlebih kalau cintanya itu hanya karena nafsu syahwatnya yang ingin cepat-cepat dilampiaskan kepada cewek yasng sedang dicintainya, maka sungguh sangat kasihanlah bagi cewek yang menjadi korbannya. Itulah sebabnya banyak cewek yang menjadi korban cinta, akibat pelampiasan nafsu syahwat cowok berhidung belang yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan bagi cewek, banyak dari mereka yang terlalu sempit pemikirannya. Si cewek hanya berfikir bahwa dirinya mencintai cowok yang dicintainya, dan cowok tersebut juga mencintai dirinya.

Banyak dari kalangan cewek yang tidak berfikir dan bertanya dalam hatinya saat mereka sedang dilanda cinta atau asmara, apakah si cowok tersebut hanya ingin melampiaskan nafsu syahwatnya melalui berpacaran dengannya. Karena rasa yang begitu kuat bagi si cewek untuk menginginkan si cowok tersebut menjadi miliknya atau kekasihnya, sehingga banyak cewek yang tidak kontrol diri, mereka berani mengeluarkan pernyataannya masing-masing dengan kata-kata "Aku berani mengorbankan diriku hanya untukmu", "Aku berani berkorban untukmu", Aku segalanya hanya untukmu", sehingga ada sebagian cewek yang pada saat berpacaran sudah berani menyerahkan kehormatannya kepada si cowok yang dicintainya. Padahal sangat sering terjadi ketika si cewek sedang sangat cintanya kepada si cowok, ternyata si cowok tersebut telah terbang dan menghinggapi cewek cantik lain yang lebih aduhay. Janji mereka ingin "Sehidup semati" merupakan janji gombal saja. Omong kosong belaka. Si cewek yang tadinya sangat diidam-idamkan  oleh si cowok tersebut ternyata dibuang begitu saja. Habis manis sepah dibuang, dan berakhirlah riwayat cintanya


Begitulah nasib tragis bagi si cewek yang tidak bisa mengendalikan diri dan terlalu ceroboh menghadapi cowok yang dicintainya, yang ternyata si cowok hanya ingin menghisap madunya belaka dengan melalui pelampiasan nafsu syahwatnya. Sehingga akhir cerita yang terjadi adalah bahwa cinta antara si cowok dengan si cewek tadi hanya membekaskan luka dan derita yang lama dan bahkan hidup penuh frustrasi bagi si cewek. Hubungan berpacaran antara si cowok dengan si cewek cenderung ingin semakin erat dan intim dalam berhubungan, bahkan pada zaman sekarang, sebagian dari hubungan mereka yang berpacaran ada yang hubungannya tampak bagai hubungan antara suami dengan istri karena terlalu dekatnya hubungan antara si cewek dengan si cowok pasangannya. Hubungan mereka adalah hubungan yang semakin mendekat dengan perzinaan. Rasa galau selalu menghantui  dirinya saat-saat tak berdampimgan dengan kekasihnya. Rasa keinginan bagi orang yang sedang pacaran adalah rasa untuk cenderung bisa melakukan hubungan intim dengan pacarnya yang semakin meninggi, karena keinginan kuatnya adalah cintanya benar-benar merupakan cinta sejati, alias berharap bahwa nantinya bisa menjadi pasangan suami-istri, walau ternyata cintanya kandas di tengah jalan terkena angin dan ombak sehingga luka, derita dan lara yang terjadi karena cinta mereka bukan cinta sejati.