MANUNGGALING KAWUO LAN GUSTI
ADALAH
ADALAH
JALAN MENUJU SELAMAT DUNIA DAN AKHIRAT
Agar manusia selamat dalam menjalani hidup dan kehidupannya, maka harus menjalani hidup di jalan yang diridhoi oleh Allah. Sebab tempat kembali manusia adalah di sisi Allah. Kebahagiaan manusia adalah jika mampu hidup manunggal dengan Allah. Yang dimaksud manunggal dengan Allah yaitu menyatu / bersatu dengan (bersama) Allah sehingga menjadi ahlullah (keluarga Allah). Jika kita menginginkan diri kita menjadi bagian dari keluarga Allah (ahlullah), maka janganlah diri kita ini bergabung atau manunggal/ menyatu / bersatu dengan (bersama) syetan agar tidak menjadi bagian dari keluarga syetan (ahlusysyaithon).
SIAPAKAH YANG DISEBUT AHLULLAH (KELUARGA ALLAH) ATAU
HAMBA-HAMBA KHUSUS BAGI ALLAH DALAM SABDA RASULULLAH SAW:
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad)
Simak penjelasan Syaikh Shalih Al-Fauzan –hafizhahullah– berikut:
“Yang dimaksud ahlul qur’an bukan orang yang sekedar menghafal dan membacanya saja. Ahlul qur’an (sejati) adalah yang mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an. Orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an, menjalankan perintah dan menjauhi larangan, serta tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, mereka itulah yang dimaksud ahlul qur’an, keluarga Allah (ahlullah) serta orang-orang pilihan Allah. Merekalah hamba Allah yang paling istimewa.
HAMBA-HAMBA KHUSUS BAGI ALLAH DALAM SABDA RASULULLAH SAW:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad)
Simak penjelasan Syaikh Shalih Al-Fauzan –hafizhahullah– berikut:
“Yang dimaksud ahlul qur’an bukan orang yang sekedar menghafal dan membacanya saja. Ahlul qur’an (sejati) adalah yang mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an. Orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an, menjalankan perintah dan menjauhi larangan, serta tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, mereka itulah yang dimaksud ahlul qur’an, keluarga Allah (ahlullah) serta orang-orang pilihan Allah. Merekalah hamba Allah yang paling istimewa.